Strategi pembelajaran


Nama : jarwandi 

Nim : 11901262


 Strategi pembelajaran adalah cara-cara yang akan dipilih dan digunakan oleh seorang pengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran yang bertujuan untuk memudahkan peserta didik menerima dan memahami materi pembelajaran, yang pada akhirnya tujuan pembelajaran dapat dikuasainya di akhir kegiatan belajar.

Metode pembelajaran adalah cara/ prosedur yang digunakan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran lebih bersifat prosedural, yaitu berisi tahapan tertentu, sedangkan teknik adalah cara yang digunakan, yang bersifat implementatif. Dengan kata lain, metode yang dipilih oleh masing-masing guru bisa sama, tetapi teknik penyampaiannya yang berbeda-beda.

Strategi pembelajaran harus mengandung penjelasan tentang metode atau prosedur dan teknik yang digunakan selama proses pembelajaran berlangsung. Artinya, metode atau prosedur dan teknik pembelajaran merupakan bagian dari strategi pembelajaran.

Hubungan antara strategi, tujuan, dan metode pembelajaran dapat digambarkan sebagai suatu kesatuan sistem yang bertitik tolak dari penentuan tujuan pembelajaran, pemilihan strategi pembelajaran, dan perumusan tujuan, yang selanjutnya diimplementasikan ke dalam berbagai metode yang relevan selama proses pembelajaran berlangsung.

Dalam melaksanakan metode pembelajaran ada beberapa tahap, yang pertama adalah pendahuluan, pada kegiatan pendahuluan guru diharapkan dapat menarik minat peserta didik atas materi pelajaran yang akan disampaikan. 

Dengan menjelaskan tujuan pembelajaran khusus yang diharapkan dapat dicapai oleh semua peserta didik di akhir kegiatan pembelajaran dan melakukan apersepsi, berupa kegiatan yang merupakan jembatan antara pengetahuan lama dengan pengetahiuan baru yang akan dipelajari.Selanjutnya beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyampaian informasi adalah urutan (berdasarkan tahapan berpikir dari hal-hal yang bersifat kongkrit ke hal-hal yang bersifat abstrak atau dari hal-hal yang bersifat sederhana atau mudah dilakukan ke hal-hal yang lebih kompleks atau sukar dilakukan), ruang lingkup (sudah tergambar pada saat penentuan tujuan pembelajaran) dan jenis materi (pengetahuan, keterampilan, dan sikap).

Berdasarkan prinsip student centered, peserta didik merupakan pusat dari suatu kegiatan belajar, peserta didik melaksanakan proses latihan, tes dan kegiatan lanjutan. 

Dalam proses latihan umumnya ada praktik dan ada umpan balik. Tes biasanya dilakukan di akhir kegiatan pembelajaran, setelah peserta didik melalui berbagai proses pembelajaran, penyampaian informasi berupa materi pelajaran, latihan maupun praktik. Selanjutnya kegiatan lanjutan yang merupakan kegiatan yang dikenal dengan istilah follow up dari suatu hasil kegiatan yang telah dilakukan.

Dalam kriteria pemilihan strategi pembelajaran, Mager menyampaikan beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk memilih strategi pembelajaran, yaitu:

1. Berorientasi pada tujuan pembelajaran, tipe perilaku yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik. Misalnya menyusun bagian analisis pembelajaran. 

2. Pilih teknik pembelajaran sesuai dengan keterampilan diharapkan dapat dimiliki saat bekerja nanti (dihubungkan dengan dunia kerja). 

3. Gunakan media pembelajaran yang sebanyak mungkin memberikan rangsangan pada indra peserta didik.

Kemudian ada beberapa strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran antara lain: Strategi Pemecahan Masalah Solso, Strategi pemecahan masalah Wankat dan Oreovocz, Strategi pembelajaran kreatif produktif, Strategi pembelajaran kuantum (Quantum teaching, Srategi pembelajaran siklus (Leraning cycle), Strategi pembelajaran kooperatif, Strategi pembelajaran afektif, Strategi pembelajaran berbasis computer, dan Pembelajaran berbasis elektronik ( E-Learning).

Strategi pembelajaran adalah

suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Maksudnya, pada dasarnya strategi masih bersifat konseptual mengenai keputusan yang akan diambil dalam pelaksanaan pembelajaran. Secara umum, strategi dapat diartikan sebagai suatu garis-garis besar untuk bertidak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dalam dunia pendidikan, strategi dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi mengenai rangkain kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dari pengertian diatas, bisa disimpulkan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu rencana atau tindakan (rangkaian kegiatan) yang di dalamnya termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran. Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan sehingga penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Akan tetapi sebelumnya, perlu dirumuskan suatu tujuan yang jelas yang bisa diukur keberhasilannya.

Strategi pembelajaran dibedakan atas 7 jenis yaitu :

1. Strategi Pembelajaran Ekspositori (SPE),

2. Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI).

3. Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (SPBM).

4. Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB),

5. Strategi Pembelajaran Kooperatif (SPK).

6. Strategi Pembelajaran Kontekstual (CTL) dan

7. Strategi Pembelajaran Afektif (SPA)

1 . Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI).

adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa . Strategi pembelajaran ini juga sering dinamakan strategi heuristic, yang berasal dari bahasa yunani, yaitu heurisken yang berarti saya menemukan.(wina sandjaya;196)

Strategi pembelajaran inkuiri merupakan bentuk dari pendekatan yang berorientasi pada siswa.

strategi pembelajaran yang banyak dianjurkan oleh karena strategi ini memiliki banyak keunggulan, diantaranya yaitu :

(1) SPI merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna.

(2) SPI dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.

(3) SPI merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.

(4) Keuntungan lainnya adalah strategi pembelajaran ini dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Artinya, siswa yang memiliki kemampuan belajat bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar.

Ada beberapa hal yang menjadi ciri utama strategi pembelajaran inkuiri.

Pertama, strategi inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya strategi inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar.

Kedua, seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri.

Strategi pembelajaran inkuiri akan efektif manakala :

• Guru mengharapkan siswa agar apat menemukan sendiri dari suatu permasalahan yang ingin dipecahkan.

• Jika bahan pelajaran tidak berbentuk fakta atau konsep yang sudah jadi, akan tetapi sebuah kesimpulan yang perlu pembuktian.

• Jika proses belajar berangkat dari rasa ingin tahu siswa terhadap sesuatu.

• Jika guru akan mengajar pada sekelompok siswa yang rata- rata memiliki kemauan dan kemampuan berpikir.

• Jika jumlah siswa yang belajar tak terlalu banyak sehingga bisa dikendalikan oleh guru.

• Jika guru memiliki waktu yang cukup untuk menggunakan pendekatan yang berpusat pada siswa.

Prinsip – Prinsip Penggunaan SPI

SPI merupakan pendekatan yang menekankan kepada pengembangan intelektual anak. Perkembangan itu menurut piaget dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu:

1. Maturation / kematangan adalah proses perubahan fisiologis dan anatomis, yaitu proses pertumbuhan fisik yang meliputi pertumbuhan tubuh, pertumbuhan otak, dan pertumbuhan system saraf. Pertumbuhan otak merupakan salah satu aspek yang sangat mempengaruhi kemampuan berpikir ( intelektual ) anak.

2. Physical experience : Yaitu tindakan – tindakan fisik yang dilakukan individu terhadap benda – benda yang ada di lingkungan sekitarnya. Aksi atau tindakan fisik yang dilakukan individu memungkinkan dapat mengembangkan aktifitas / daya pikir.

Contoh pengimplementasi dalam matematika yaitu ketika serorang guru mengajak muridnya untuk melakukan praktek menemukan rumus luas permukaan bola.

3. Social experience : Yaitu aktivitas dalam berhubungan dengan orang lain. Melalui pengalaman sosial anak bukan hanya dituntut untuk mempertimbangkan atau mendengarkan pandangan orang lain, tetapi juga akan menumbuhkan kesadaran bahwa ada aturan lain disamping aturannya sendiri .

Ada dua aspek pengalaman sosial yang dapat membantu perkembangan intelektual anak yaitu : Pengalaman sosial akan dapat mengembangkan kemampuan berbahasa yang diperoleh melalui percakapan, diskusi dan argumentasi dengan orang lain.

Melalui pengalaman sosial anak akan menggurangi egosentricnya. Sedikit – demi sedikit akan timbul kesadaran bahwa orang lain berbeda dengan dirinya dan dapat mengembangkan konsep mental misalnya seperti kerendahan hati, toleransi, kejujuran etika, moral dan lain – lain.

4. Equilibiration : Yaitu proses penyesuian pengetahuan yang sudah ada dengan pengetahuan baru yang ditemukannya. Contoh: mencari rumus luas permukaan bola dengan menggunakan rumus luas lingkaran.

Dalam penggunaan SPI terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh setiap guru :

1. Berorientasi pada pengembangan intelektual

Tujuan utama dari strategi inkuiri adalah kemampuan berpikir. Selain berorientasi pada hasil belajar juga berorientasi pada proses belajar. Karena itu keberhasilan proses pembelajaran dengan menggunakan strategi inkuiri bukan ditentukan oleh sejauh mana siswa dapat menguasai materi pelajaran tetapi sejauh mana siswa beraktivitas mencari dan menemukan sesuatu.

2. Prinsip interaksi

Proses pembelajaran pada dasarnya adalah proses interaksi, baik interaksi antar siswa maupun interaksi siswa dengan guru, bahkan interaksi siswa dengan lingkungan. Pembelajaran sebagai proses interaksi berarti menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, tetapi sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri.

3. Prinsip bertanya

Peran guru yang harus dilakukan dalam menggunakan SPI adalah guru sebagai penanya. Sebab, kemampuan siswa untuk menjawab semua pertanyaan pada dasarnya sudah merupakan sebagian dari proses berpikir. Berbagai jenis dan teknik bertanya perlu dikuasai oleh setiap guru, apakah bertanya dengan tujuan untuk meminta perhatian siswa, bertanya untuk melacak, bertanya untuk mengembangkan kemampuan atau bertanya untuk menguji.

Contoh:1. pertanyaan yang meminta perhatian sebagai contoh pada saat belajar peluang guru bertanya pernahkah kalian bermain dadu?

2. Pertanyaan untuk melacak pada saat pembelajaran sebagai contoh guru bertanya siapa yang mengetahui bentuk umum persamaan kuadrat.

3. pertanyaan yang menguji, sebagai contoh guru bertanya berapa akar-akar persamaan kuadrat dari x2 + 4x + 4 = 0

4. Prinsip belajar untuk berpikir

Belajar bukan hanya untuk mengingat fakta akan tetapi belajar adalah proses berpikir (learning how to think ), yakni proses mengembangkan potensi seluruh otak, baik otak kiri maupun otak kanan. Belajar yang hanya cenderung memanfaatkan otak kiri, misalnya memaksa anak untuk berpikir logis dan rasional, akan membuat anak berada dalam posisi kering dan hampa.

5. Prinsip keterbukaan

Belajar adalah suatu proses mencoba berbagai kemungkinan. Segala sesuatu mungkin saja terjadi. Oleh sebab itu anak perlu diberikan kebebasan untuk mencoba sesuai dengan perkembangan kemampuan logika dan nalarnya. Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang menyediakan berbagai kemungkinan sebagai hipotesis yang harus dibuktikan kebenarannya.


Komentar