Bahan ajar
Nama : jarwandi
Nim : 11901262
Pengertian Bahan Ajar
Bahan ajar adalah sebuah persoalan pokok yang tidak bisa dikesimpangkan dalam satu kesatuan pembahansan yang utuh tentang cara pembuatan bahan ajar.
Selain itu, Depdiknas juga menambahkan bahwa bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru atau instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.
Menurut para ahli pengertian bahan ajar adalah sebagai berikut:
Sedangkan menurut Chomsin S. Widodo dan Jasmadi, bahan ajar adalah seperangkat sarana yang berisikan materi pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mencapai kompetensi dan subkompetensi dengan segala kompleksitasnya.
Dari beberapa pandangan mengenai pengertian bahan ajar tersebut dapat kita pahami bahwa bahan ajar merupakan segala bahan (baik informasdi,alat maupu teks) yang disusun secar sistematis yang menampilkan sosok utuh dari komptensi yang akan dikuasai oleh peserta didik yang digunakan dalam proses pembelajar dengan tujuan perencanaan dan penelaan implementasi pembelajaran. Misalnya ,buku pelajran, modul atau make,bahan ajar audio, bahan ajar interaktif dan sebagainya.[3]
Menurut Hamdani (2011), ruang lingkup bahan ajar meliputi :
a) Judul, mata pelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, indicator dan tempat
b) Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru)
Alur atau langkah yang harus dilakukan untuk mempermudah pembelajaran.
c) Kompetensi yang akan dicapai
Nilai atau konsep dasar yang harus dikuasai oleh siswa dalam setiap materi pembelajaran. Hal ini terkait dengan materi selanjutnya karena semua ini berkesinambungan.
d) Content atau isi materi pembelajaran
Inti dari pembelajaran tersebut yang harus dipelajari sesuai dengan kompetensi dasar yang telah dimiliki.
e) Informasi pendukung Info atau sumber berita yang lain yang mendukung terhadap materi pembelajaran.
f) Latihan-latihan, yang terdapat pada akhir subbab, akhir bab, akhir semester 1 dan semester 2.
g) Petunjuk kerja, dapat berupa Lembar Kerja (LK)
h) Evaluasi
i) Respon atau balikan terhadap hasil evaluasi
FUNGSI BAHAN AJAR
Dalam proses belajar mengajar guru menyajikan materi kepada peserta pendidikan , Pembuatan bahan ajar yang menarik dan inovatif adalah hal yang sangat penting dan merupakan tuntunan bagi setiap pendidik. Bahan ajar mempunyai kontribusi yang besar bagi keberhasilan proses pembelajaran yang kita laksanakan.
Disini peran guru sebagai fasilisator lebih penting dari pada sebagai nara sumber ,karena peran guru sebagai fasilisator dapat membantu dan mengarahkan proses belajar mengajar (PBM) dengan cara :
1. Membangkitkan minat belajar peserta didik.
2. Menjelaskan tujuan pembelajaran.
3. Menyajikan materi dengan struktur yang baik.
4. Memberi kesempatan peserta didik untuk berlatih dan memberi umpan balik (fead back )
5. Memperhatikan dan menjelaskan hal- hal yang sulit atau tidak dipahami.
6. Menciptakan komunikasi dua arah (pendidik dan peserta didik ).[5]
Dalam pembuatan bahan ajar ,maka ada dua klasifikasi utama fungsi bahan ajar sebagaimana diuraikan sebagai berikut :
a. Fungsi bahan ajar menurut pihak yang memanfaatkan bahan ajar[6]
Fungsi bahan ajar ini dapat dibedakan menjadi 2 macam :
1. Fungsi bahan ajar bagi pendidik,diantranya :
· Menghemat waktu pendidikan dalam mengajar
· Mengubah peran pendidik dari seorang pengajar menjadi seorang fasilisator
· Meningkatkan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan interaktif
· Sebagai pedoman bagi pendidik yang akan mengarahkan semua aktifitas dalam proses pembelajaran dan merupakan kompetensi yang semestinya diajarkan kepada peserta didik.
· Sebagai alat evaluasi pencapaian atau penguasaan hasil pembelajaran.
2. Fungsi bahan ajar bagi peserta didik antara lain :
· Peserta didik dapat belajar tanpa harus ada pendidikan atau teman peserta didik yang alin.
· Peserta didik dapat belajar kapan saja dan dimana saja ia kehendaki.
· Peserta didik dapat belajar belajar sesuai kecepatannya masing masing
· Peserta didik dapat belajar menurut urutan yang dipilihnya sendiri.
· Membantu peserta didik untuk menjadi pelajar yang mandiri,dan
· Sebagi pedoman bagi peserta didik yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dlam proses pembelajaran dan subtansi kompetensi yang seharusnya dipelajari dan dikuasainya.
b. Fungsi bahan ajar menurut strategi pembelaran yang digunakan
Fungsi bahan ajar ini dapat dibedakan menjadi 3 macam ,yaitu :
1. Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran klasikal,antara lain :
· Sebagai satu-satunya sumber informasi serta pengawasa dan penggalian prose pembelajaran
· Sebagai bahan pendukung proses pembelajaran yang diselenggarakan.
2. Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran indivudual ,antara lain :
· Sebagai media utama dalam prose pembelajaran
· Sebagai alat yang digunakan untuk menyusun dan mengaawasi proses peserta didik dalam memperoleh informasi
· Sebagi penunjang media pembelajran indivudual lainnya.
3. Fungsi bahan ajar dalam pembelajar kelompok ,antara lain :
· Sebagai bahan yang terintegrasi dengan proses belajar kelompok,dengan cara memberi informasi tentang latar belakang materi,informasi tentang peran orang –orang yang terlibat dalam belajar kelompok.
· Sebagi bahan pendukung bahan belajar utama dan apabila dirancang sedemikian rupa ,maka dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Keuntungan Mengembangkan Bahan Ajar
Menurut Denita (2014) keuntungan bagi guru dalam mengembangkan bahan ajar antara lain sebagai berikut:
1. Diperoleh bahan ajar yang sesuai tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik.
2. Tidak lagi tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk diperoleh.
3. Memperkaya, karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi.
4. Menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam menulis bahan ajar.
5. Membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dengan peserta didik karena peserta didik akan merasa lebih percaya kepada gurunya.
6. Menambah angka kredit jika dikumpulkan menjadi buku dan diterbitkan.
Keuntungan bagi peserta didik antara lain sebagai berikut:
1. Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik.
2. Kesempatan untuk belajar secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran guru.
3. Mendapatkan kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasainya
Pemanfaatan Bahan Ajar Dalam Pembelajaran Berbasis Kompetensi
Langkah-langkah pemanfaatan bahan ajar dalam pembelajaran berbasis kompetensi yaitu (Depdiknas, 2006:15):
1. Strategi Penyampaian Bahan Ajar Oleh Guru
Beberapa strategi yang harus dimiliki oleh guru dalam menyampaikan bahan ajar kepada siswa agar bahan ajar yang disampaikan dapat dengan mudah diterima oleh siswa adalah sebagai berikut :
a. Strategi Urutan Penyampaian Simultan
Jika guru harus menyampaikan materi pembelajaran lebih dari satu, maka menurut strategi urutan penyampaian simultan, materi secara keseluruhan disajikan secara serentak, lalu diperdalam satu persatu (metode global).
b. Strategi Urutan Penyampaian Suksesif
Jika guru harus menyampaikan materi pembelajaran lebih daripada satu, maka menurut strategi urutan penyampaian suksesif, materi satu demi satu disajikan secara mendalam baru kemudian secara berurutan menyajikan materi berikutnya secaar mendalam pula.
c. Strategi Penyampaian Fakta
Jika guru harus menyajikan materi pembelajaran termasuk jenis fakta (nama-nama benda, peristiwa sejarah, nama orang, nama lambang atau symbol, dan sebagainya ) strategi yang tepat untuk mengajarkan materi tersebut adalah sebagai berikut: Sajikan materi fakta dengan lisan, tulisan, atau gambar dab berikan bantuan kepada siswa untuk menghafal.
d. Strategi Penyampaian Konsep
Tujuan mempelajari konsep adalah agar siswa paham, dapat menunjukkan ciri-ciri, unsur, membedakan, membandingkan, menggeneralisasi, dan sebagainya. Langkah-langkah mengajarkan konsep: penyajian konsep, pemberian bantuan (berupa inti isi, ciri-ciri pokok, contoh dan bukan contoh), pemberian latihan, pemberian umpan balik, dan pemberian tes.
e. Strategi Penyampaian Materi Pembelajaran Prinsip
Termasuk materi pembelajaran jenis prinsip adalah dalil, rumus, hukum. Langkah-langkah mengajarkan atau menyampaikan materi jenis prinsip adalah sajikan prinsip, berikan bantuan berupa contoh penerapan prinsip, berikan soal-soal latihan, berikan umpan balik, dan berikan tes.
f. Strategi Penyampain Prosedur
Tujuan mempelajari prosedur adalah agar siswa daapt melakukan atau mempraktekkan prosedur tersebut, buka sekedar paham atau hafal. Termasuk materi pembelajaran jenis prosedur adalah langkah-langkah mengerjakan suatu tugas secara urut. Langkah-langkah mengerjakan prosedur meliputi: menyajikan prosedur, pemberian bantuan dengan jalan mendemonstrasikan bagaimana cara melaksanakan prosedur, memberikan latihan ( praktek), memberikan umpan balik, dan memberikan tes.
g. Strategi Menyampaikan Materi Aspek Afektif
Termasuk pemberian materi pembelajaran afektif menurut Bloom (1978) adalah pemberian respon, penerimaan suatu nilai, internalisasi, dan penilaian. Beberapa strategi mengajarkan materi aspek afektif antara lain penciptaan kondisi, pemodelan atau contoh, demonstrasi, simulasi, penyampaian materi atau dogma.
2. Strategi Mempelajari Bahan Ajar Oleh Siswa
Ditinjau dari guru, perlakuan terhadap materi pembelajaran berupa kegiatan guru menyampaikan atau mengajarkan kepada siswa. Sebaliknya, ditinjau dari segi siswa, perlakuan terhadap materi pembelajaran berupa mempelajari berinteraksi dengan materi pembelajaran. Secara khusus dalam mempelajari materi pembalajaran, kegiatan siswa dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu:
a. Menghafal (verbal dan parafrase)
Menghafal verbal adalah menghafal persis seperti apa adanya. Misalnya, misalnya nama orang, nama tempat, nama zat, lambang, peristiwa sejarah, dsb. Sebaliknya ada juga materi pembelajaran yang tidak harus dihafal persis seperti apa adanya tetapi dapat diungkapkan dengan bahasa atau dengan kalimat sendiri (menghafal para frase). Yang penting siswa paham atau mengerti, misalnya paham inti isi pembukaan UUD 1945, pengertian-pengertian, hukum-hukum dll.
b. Menggunakan atau mengaplikasikan
Materi pelajaran setelah dihafal atau dipahami kemudian seharusnya digunakan atau diaplikasikan. Jadi dalam proses pembelajaran siswa perlu memiliki kemampuan untuk menggunakan, menerapkan atau mengaplikasikan materi yang telah dipelajari. Penggunaan materi berupa fakta atau data adalah untuk dijadikan bukti dalam rangka pengambilan keputusan. Penggunaan materi berupa konsep adalah untuk menyusun proposisi, dalil, atau rumus. Seperti diketahui, dalil atau rumus merupakan hubungan antara beberapa konsep. Selain itu penguasaan suatu konsep digunakan untuk menggeneralisasi dan membedakan. Penggunaan atau penerapan materi berupa prinsip adalah untuk memecahkan masalah pada suatu kasus-kasus yang ada. Penggunaan materi berupa prosedur adalah untuk dikerjakan atau dipraktekkan dan untuk melakukan suatu perbuatan. Penggunaan materi berupa sikap adalah berperilaku sesuai nilai atau sikap yang telah dipelajari.
c. Menemukan
Menemukan cara memecahkan masalah-masalah baru dengan menggunakan konsep, fakta, prinsip dan prosedur yang telah dipelajari. Menemukan merupakan hasil belajar tingkat tinggi. Gagne (1987) menyebutnya sebagai penerapan strategi kognitif.
d. Memilih
Memilih disini menyangkut aspek afektif atau sikap. Dan maksudnya adaalh memelih untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu
Komentar
Posting Komentar