Manajemen kelas
Nama : Jarwandi
Kelas : Pai 4E
Nim : 11901262
Manajemen Kelas
1. Manajemen Kelas
Manajemen kelas adalah merupakan kemampuan dan keterampilan khusus yang yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan suatu kegiatan baik secara perorangan ataupun bersama orang lain atau melalui orang lain dalam upaya mencapai tujuan organisasi secara produktif, efsien dan efektif. Pengertian kelas adalah sebagai kelompok atau siswa murid menerima mata pelajaran yang akan di berikan oleh guru dalam suatu ruangan yang akan mempelajari bersama untuk mengetahui apa saja yang akan siswa lakukan jika berinteraksi dengan siswa dan murid apakah suasana kelas menjadi beragam keunikan atau malah menjadi perubahan pada siswa itu sendiri. Tujuan Manajemen Kelas Sebagai pengelola kelas guru atau wali kelas untuk mengelola kelas sehingga lingkungan kelas menjadi tempat belajar siswa. juga sebagai lingkungan organisasi belajar siswa di sekolah. oleh karena itu tugas guru adalah untuk menciptakan suasana belajar yang semenarik mungkin untuk manciptakan suasana kelas yang hidup maksudnya adalah siswa senang atau menikmati mata pelajaran yang guru berikan di lingkungan kelas itu kepada sisiwa. Implikasi Manajemen Kelas Peningkatan mutu pendidikan perlu di dukung dengan kemampuan mengelola dan manajemen kelas. sekolah ataupun kelas harus ada perkembangan, oleh karena itu harus ada hubungan yang baik antara guru dan siswa dan guru juga harus menciptakan kreatifitas dan disiplin kepada siswa sehingga siswa bersemangat dalam belajar dan proses belajar siswa menjadi menyenangkan dan giat dalam belajar. Pendekatan Manajemen Kelas Dalam rangka menciptakan suasana yang kondusif dalam proses pembelajaran seseorang guru harus memahami dan dapat memilih pendekatan yang tepat dalam mengelola kelas hingga tujuan belajar dapat tercapai dengan baik. Dengan pengelolaan kelas yang baik diharapkan dapat tercipta kondisi kelompok belajar yang proporsional terdiri dari lingkungan kelas yang baik yang memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, serta tersedia kesempatan yang memungkinkan untuk sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungan dengan guru, sehingga siswa mampu melakukan self activity dan self control secara bertahap, tetapi pasti menuju yang lebih dewasa.Secara umum yang menjadi tujuan pengelolaan kelas dalam pandangan sudirman adalah penyedian fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap apresiasi para siswa. Secara khusus yang menjadi tujuan pengelolaan kelas dalam pandangan adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa belajar dan bekerja, serta membantu siswa untuk Untuk mengimplementasikan manajemen kelas secara efektif dan efisien, guru harus memiliki pengetahuan dan pandangan luas tentang mengelola kelas. Selain itu, guru di tuntut untuk melakukan fungsinya sebagai guru dalam meningkatkan proses pembelajaran, dengan manajemen kelas, membina, dan memberikan saran positif kepada siswa. Selain itu, guru juga harus melakukan tukar fikiran kepada siswanya.Seorang guru harus mengimplementasikan manajemen kelas dengan baik. Sebelum pembelajaran dimulai, guru harus mempersiapkan semua yang diperlukan dalam proses pembelajaran. Pendekatan Perubahan Perilaku Dalam pendekatan perilaku ini dapat dikemukakan bahwa mengabaikan perilaku siswa yang tidak diinginkan dan menunjukan persetujuan atas perilaku yang diinginkan adalah amat efektif dalam menumbuhkan perilaku yang baik bagi para siswa di kelas, sedangkan menunjukkan persetujuan atas perilaku siswa yang baik merupakan kunci pengelolaan kelas yang efektif. Pendekatan Iklim Sosioemosional bahwa pengajar perlu bersifat tulus terhadap siswanya, menerima dan menghargai siswa sebagai manusia, serta memahami siswa dari sudut siswa itu sendiri, sedangkan Glasser lebih menekankan pada pentingnya pengajar membina rasa tanggung jawab dan harga diri siswa. menekankan pentingnya proses suasana dalam kelas yang demokratis. Pendekatan Proses Kelompok Menurut R.A. Schmuck dan P.A Schmuck bahwa terdapat enam unsure yang berkaitan dengan pengelolaan kelas. Unsur-unsur yang dimaksud adalah harapan, kepemimpinan, kemenarikan, norma, komunikasi, dan keeratan hubungan. Johnson dan Bany mengemukakan dua jenis pengelolaan kelas yang penting adalah kemudahan dan pemeliharaan. Dari pendekatan tersebut, perlu difahami dan dikuasai oleh guru dalam rangka mengadakan pengelolaan kelas secara baik. Pendekatan tersebut dalam realisasinya perlu digabungkan dalam pelaksanaannya dengan mempertimbangkan kondisi kelas, karakteristik siswa, materi pembelajaran yang akan diajarkan. efektivitas pembelajaran Efektifitas berasal dari kata efektif yang berarti ada efeknya atau ada pengaruhnya. Sedangkan istilah pembelajaran bermakna sebagai upaya untuk membelajarkan sseseorang atau kelompok orang melalui berbagai upaya dan strategi, metode, dan pendekatan kea rah pencapaian tujuan yang telah direncanakan. Pembelajaran dapat pula diartikan sebagai komunikasi dua arah antara guru dengan murid. Dimana guru sebagai pendidik yang mengajar, dan murid sebagai terdidik yang belajar. Dari segi proses, belajar merupakan proses internal siswa dan pembelajaran merupakan kondisi eksternal belajar. Dari segi guru, belajar merupakan akibat tindakan pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran adalah proses interaksi antara guru dengan siswa, yang bertujuan untuk meningkatkan perkembangan mental. Disamping itu, proses belajar tersebut terjadi karena siswa memperoleh sesuatu yang ada dilingkungan sekitar.Pembelajaran adalah suatu usaha untuk membuat peserta didik belajar, atau suatu kegiatan untuk membelajarkan peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran merupakan upaya menciptakan kondisi agar terjadi kegitan belajar. Dalam hal ini pembelajaran diartikan juga sebagai usaha usaha yang terencana dalam memanipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses belajar dalam diri peserta didik. Berikut ini beberapa pendapat tentang pengertian pembelajaran: Pembelajaran adalah usaha mengelola lingkungan dengan sengaja agar seseorang membentuk diri secara positif dalam kondisi tertentu. Dorongan demikian, inti dari pembelajaran adalah segala upaya yang dilakukan oleh pendidik agar teradi proses belajar diri peserta didik. Kegiatan pembelajaran tidak akan berarti jika tidak menghasilkan kegiatan belajar pada para peserta didiknya. Dalam UU No. 2 Tahun 2003 tentang Sidiknas pasal 1 ayat 20, pembelajaran adalah proses interksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.Berdasarkan beberapa pengertian pembelajran diatas dapat digaris bawahi bahda dalam pembelajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan, dan mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Pembelajaran lebih menekankan cara cara dalam mencapai tujuan dan berkaitan dengan cara mengorganisasikan isi pembelajaran, menyampaikan isi pembelajaran an mengelola pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan berdasarkan pendapat Lindgren, bahwa pembelajaran mencakup tiga aspek, yaitu: peerta didik, proses belajar, dan situasi belajar. pada Faktor-faktor yang Mempengaruhi Efektifitas Pembelajaran Faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas pembelajaran, antara lain: Faktor raw input (faktor murid itu sendiri), dimana tiap anak mengalami kondisi yang berbeda berbeda: Kondisi fisiologis (keadaan fungsi-fungsi jasmani tertentu terutama fungsi panca indera. Kondisi psikologis (kondisi kejiwaan) Faktor environmental input (faktor lingkungan), baik itu lingkungan ataupun lingkungan sosial.Faktor instrumental input, yang di dalamnya antara lain terdiri dari:Kurikulum, Bahan pembelajaran, Sarana dan prasarana dan Tenaga pengajar. Faktor pertama disebut faktor dari dalam, sedangkan faktor kedua dan ketiga adalah faktor dari luar. Faktor dari luar (eksternal) Faktor Environmental Input (lingkungan)Kondisi lingkungan sangat mempengaruhi proses dan hasil belajar. Lingkungan ini dapat berupa lingkungan fisik/alam dan lingkungan sosial. Lingkungan fisik/alam termasuk di dalamnya adalah seperti keadaan suhu, kelembapan, kepengapan udara, dsb. Belajar pada keadaan udarayang segar, akan lebih baik hasilnya daripada belajar pada keadaan udara yang panas dan pengap. Lingkungan sosial, baik yang berwujud manusia maupun hal-hal lainnya juga dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar. ada faktor yang menyebabkan siswa mempengaruhi hasil belajar siswa yang buruk atau kurang baik pada setiap individu siswa ada faktor psikologis anak biasanya kondisi psikologis anak yang cenderung susah dalam menerima pelajaran dngan keadaan yang membuat anak tidak bisa berfikir dengan optimal dan oleh karena itu guru yang baik itu tentu memperhatikan keadaan anak bagaimana panca indera khusunya penglihatan dan pendegaran karena ini sangat lah berpengaruh kepada siswa Seseorang yang sedang konsentrasi dalam memecahkan soal yang rumit akan merasa terganggu jika ada seseorang yang bercakap-cakap terlalu keras disampingnya, ada orang yang keluar masuk, Faktor instrumentalFaktor instrumental adalah faktor yang keberadaan dan penggunaannya dirancang sesuai hasil belajar yang diharapkan. Faktor ini diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana untuk tercapainya tujuan belajar yang telah direncanakan. sepertikurikulum, bahan yang harus dipelajari, pedioman belajar. Faktor dari dalam (internal)Diantara fktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar adalah individu siswa, baik kondisi fisiologis maupun psikologis anak. Kondisi Fisiologis Anak Secara umum, kondisi fisiologis ini seperti kesehatan yang prima, tidak dalam keadaan capek, tidak dalam keadaan cacat jasmani, akan sangat membantu dalam proses dan hasil belajar. Disamping kondisi tersebut, yang tidak kalah pentingnya dalam mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa adalah kondisi panca indera, terutama indera penglihatan dan pendengaran. Karena pentingnya penglihatan dan pendengaran inilah, maka dalam pendidikan formal, orang melakukan banyak penilitian untuk menemukan bentuk dan cara menggunakan alat peraga yang dapat dilihat dan sekaligus dapat di dengar. Guru yang baik tentu akan memperhatikan bagaimana keadaan panca indera, khusunya penglihatan dan pendengaran. Kondisi Psikologis AnakAda beberapa faktor psikologis yang di anggap utama dalam mempengaruhi proses dan hasil belajar Minat sangat mempenaruhi dalam proses dan hasil belajar. Jika seseorang tidak berminat untuk mempelajari sesuatu, ia tidak dapat diharapkan akan berhasil dengan baik dalam mempelajari hal tersebut. Begitupula sebaliknya, jika seseorang minat dalam mempelajari sesuatu, maka hasil yang diharapkan akan lebih baik. Oleh karena itu, tugas guru adalah untuk menarik minat siswa dengan menggunakan berbagi cara dan usaha mereka. Kecerdasan sangat berperan penting dalam menentukan berhasil-tidaknya seseorang mempelajari sesuatu. Orang yang lebih cerdas, pada umumnya akan lebih mampu belajar daripada orang yang kurang cerdas. Kecerdasan seseorang biasanya dapat diukur melalui alat tertentu. Hasil dari pengukuran kecerdasan, biasanya dinyatakan dengan angka yang menunjukkan perbandingan kecerdasan yang biasanya dikenal dengan sebutan Inteligence Quetient (IQ). Bakat merupakan faktor yang besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar siswa. Secara definisi, anak berbakat adalah anak yang mampu mecapai prestasi yang tinggi, karena mempunyai kemampuan-kemampuan yang tinggi. Anak tersebut adalah anak yang membutuhkan program pendidikan yang tidak seperti program sekolah biasa. Seorang guru brkewajibanmemberikan bimbingan kepada peserta didik secara rutin dan kesinambungan terkait dengan bakat yang dimiliki oleh anak.
Sulistyorini,Manajemen Pendidikan Islam, (Yogyakarta:Teras, 2009), hlm 90
Hadari Nawawi, Organisasi Sekolah dan Pengelolaan Kelas Sebagai LembagaPendidikan, (Jakarta:Gunung Agung, 1982), hlm 116
Novan Ardy Wiyani, Manajemen Kelas, (Jokjakarta:Ar-Ruzz Media 2013), hlm 52
Komentar
Posting Komentar